Postingan

Webinar Nasional BK Universitas Ivet Soroti Tekanan Sosial dan Kesehatan Mental, Kupas Makna Kewarasan Manusia

Gambar
Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, masyarakat hari ini tampaknya dituntut untuk selalu terlihat kuat, stabil, dan “baik-baik saja”. Media sosial dipenuhi pencapaian, lingkungan sosial dipenuhi standar kesuksesan, sementara ruang untuk mengakui kelelahan mental justru semakin sempit. Dalam situasi itulah, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ivet Semarang menghadirkan sebuah ruang diskusi yang mencoba mengajak publik melihat kembali makna kewarasan manusia secara lebih mendalam melalui Webinar Nasional 2026 bertema “Membongkar Kewarasan Manusia: Antara Normalitas, Tekanan Sosial, dan Kesehatan Mental” . Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 2 Mei 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Ambal Warsa ke-60 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ivet Semarang. Webinar ini tidak sekadar menjadi agenda akademik formal, tetapi juga hadir sebagai ruang refleksi terhadap realitas sosial yang semakin akrab dengan tekanan menta...

Ketika Kampus Kehilangan Nurani: Pelecehan Seksual dan Runtuhnya Etika Akademik

Gambar
Kampus seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya ilmu pengetahuan, moralitas, dan kemanusiaan. Namun hari ini, publik kembali dipaksa menyaksikan ironi paling memuakkan: seorang pengajar yang semestinya mendidik justru diduga menggunakan posisi dan relasi kuasanya untuk melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Ini bukan sekadar pelanggaran pribadi. Ini adalah pengkhianatan terhadap profesi pendidik, penghinaan terhadap dunia akademik, dan tamparan keras bagi integritas kampus. Seorang dosen bukan hanya penyampai materi. Ia adalah figur etik, teladan moral, sekaligus pemegang otoritas akademik. Ketika seorang pengajar memanfaatkan relasi kuasa untuk mendekati, menekan, atau melecehkan mahasiswa, maka yang runtuh bukan hanya nama individu tersebut, tetapi juga marwah pendidikan itu sendiri. Gelar akademik kehilangan kehormatannya ketika dipakai untuk membungkus syahwat dan manipulasi. Kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus bukan lagi fenomena yang bisa dianggap “okn...

Ketika Pendidikan Direduksi Menjadi Kebutuhan Industri: Kritik atas Rencana Penutupan Program Studi

Gambar
Kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang berencana menutup sejumlah program studi dengan dalih “ketidaksesuaian dengan kebutuhan industri” patut dipertanyakan secara serius. Pernyataan Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 seolah menegaskan bahwa arah pendidikan tinggi Indonesia sedang digiring untuk tunduk sepenuhnya pada logika pasar. Narasi yang dibangun pemerintah tampak sederhana: banyak lulusan tidak terserap kerja, maka program studi yang “tidak relevan” perlu ditutup. Namun, cara berpikir seperti ini justru berpotensi menyederhanakan persoalan yang kompleks. Pengangguran terdidik bukan semata-mata akibat “kesalahan” program studi, melainkan cerminan dari masalah struktural, mulai dari ketimpangan distribusi tenaga kerja, lemahnya perencanaan pembangunan, hingga kegagalan negara dalam membuka lapangan pekerjaan yang layak. Lebih problematis lagi, program studi kependidikan turut disebut sebagai bagian dari...

Rahim Peradaban yang Terus Diuji

Gambar
Kampus Bukan Tempat untuk Ketakutan: Refleksi atas Kasus Rehan Mujafar di UIN Suska Riau Kasus yang terjadi di UIN Suska Riau benar-benar menyakitkan dan mengguncang hati saya sebagai mahasiswa. Peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh Rehan Mujafar terhadap seorang mahasiswi di lingkungan kampus bukan hanya tindak kriminal biasa. Ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa ruang yang seharusnya aman justru bisa berubah menjadi ruang trauma. Yang membuat hati semakin perih adalah fakta bahwa tindakan tersebut didasari oleh obsesi dan rasa tidak terima karena cintanya ditolak. Sebuah penolakan sesuatu yang sangat manusiawi dan wajar dibalas dengan kekerasan. Ini bukan cinta. Ini adalah bentuk kontrol, ego yang tidak sehat, dan kegagalan dalam mengelola emosi. Dan yang lebih menyakitkan lagi, kejadian ini terjadi ketika korban sedang bersiap menjalani sidang skripsi. Di momen yang seharusnya menjadi tonggak perjuangan akademik, justru berubah menjadi pengalaman yang penuh luka dan traum...

Survive

Gambar
Aku lahir bukan di pangkuan yang paling hangat, tumbuh di tengah dinding yang lebih sering bergema marah daripada doa. Tak semua rumah berarti pulang, tak semua keluarga berarti tempat bersandar. Dan aku belajar terlalu cepat bahwa kadang, menjadi diri sendiri berarti harus menentang mereka yang seharusnya memeluk. Aku pernah menyembunyikan mimpi di balik lemari yang penuh suara larangan, pernah menangis diam-diam karena tak ada satu pun yang percaya aku bisa. Tapi aku tetap hidup. Bukan karena mereka mendukungku, melainkan karena aku tak punya pilihan selain tetap melangkah—meski ditolak di langkah pertama. Aku tahu… Mereka ingin aku menjadi seperti harapan mereka. Tapi bagaimana mungkin aku menjadi siapa pun, jika menjadi diriku sendiri saja sudah terasa salah? Dan jika hari ini aku terlihat baik-baik saja, itu bukan karena tak ada luka— tapi karena aku terbiasa berdarah tanpa satu pun yang peduli bertanya: “Kabarmu bagaimana?”

Hilang

Gambar
Hari ini aku merasa benar-benar kehilangan arah. Bukan karena sesuatu yang besar sedang terjadi, tapi justru karena segalanya terasa kosong. Aku bangun dengan perasaan hampa, dan sepanjang hari berjalan seolah aku hanya menjalankan rutinitas tanpa jiwa. Seperti tubuhku bergerak, tapi pikiranku terjebak di tempat lain—di ruang gelap yang aku sendiri pun nggak paham sepenuhnya. Satu hal yang sangat terasa hari ini adalah kesendirian. Bukan cuma sendiri secara fisik, tapi kesepian yang menyentuh hati paling dalam. Aku sadar… aku nggak punya siapa-siapa. Nggak ada keluarga yang bisa aku ajak bicara dari hati ke hati, nggak ada teman yang benar-benar paham, apalagi sahabat yang tahu isi pikiranku tanpa aku perlu banyak bicara. Pacar? Bahkan itu pun hanya bayangan yang nggak pernah ada dalam hidupku. Lucu ya, selama ini aku hidup di antara orang-orang. Aku pernah tertawa bareng, ngobrol, bercanda, bahkan sesekali bercerita. Tapi ternyata, semua itu nggak benar-benar membuatku merasa "te...

Reminder

Gambar
21 April 2025 – Hari Kartini Setiap tahun, tanggal ini selalu membuatku berpikir lebih dalam tentang jadi perempuan di desa. Tentang bagaimana sampai hari ini, masih banyak yang percaya kalau perempuan tak perlu sekolah tinggi. Katanya, “ujung-ujungnya juga ke dapur.” Aku tumbuh di tengah suara-suara itu—suara yang menyuruh perempuan cukup jadi istri, ibu, dan pengurus rumah. Seolah cita-cita kami hanya boleh sampai batas dinding rumah. Rasanya sesak, seperti dunia ini sempit sekali untuk mimpi-mimpi besar yang aku punya. Di tempatku, masih banyak yang percaya bahwa perempuan cukup sekolah asal bisa baca, tulis, dan berhitung. Tak perlu kuliah, katanya, karena pada akhirnya perempuan akan ke dapur juga. Akan menikah, mengurus anak, memasak, mencuci, dan selesai. Seolah perempuan dilahirkan hanya untuk melayani, bukan untuk bermimpi atau mengubah dunia. Padahal, menjadi perempuan bukan berarti tak boleh punya cita-cita. Bukan berarti harus memilih antara keluarga dan mimpi. Perempuan bi...

Tuhan, izinkan aku berhasil diatas keraguanku

Gambar
Malam ini, aku menangis lagi. Entah sudah berapa kali aku begini—duduk diam, memandangi langit-langit kamar, dan air mata jatuh tanpa suara. Rasanya lelah. Bukan cuma fisik, tapi hati ini juga terasa penuh, sesak, seperti menahan beban yang tak kelihatan. Aku capek dengan semua orang yang datang dan pergi seolah aku ini tempat persinggahan. Mereka datang saat butuh, lalu pergi saat semuanya membaik. Aku bukan rumah bagi siapa-siapa, hanya halte sementara. Dan jujur, aku lelah menjadi tempat singgah yang dilupakan begitu saja. Masalah juga nggak pernah berhenti. Seperti hujan deras yang nggak kasih jeda untuk bernapas. Satu selesai, datang lagi yang lain. Aku pengen menyerah, tapi nggak tahu harus lari ke mana. Aku ngerasa nggak beruntung dalam hal apapun. Dalam pertemanan, aku sering merasa sendirian meskipun dikelilingi banyak orang. Dalam percintaan, hatiku sering disakiti, atau mungkin aku yang terlalu berharap. Keluarga juga nggak selalu bisa jadi tempat pulang yang nyaman. Aku tum...

Girl's

Gambar
Kenapa perempuan bercerita untuk keluarkan emosinya?? pernah nggak sih ngerasa perempuan sering banget cerita kalau lagi ada masalah. jawabannya ada di otak perempuan, ternyata  perempuan memiliki konflik yang lebih kuat antara area emosi dan area sama sekali, makanya yang meluapkan emosi lewat cerita itu jadi kemasan obat buat perempuan untuk merasa lebih muda sebaliknya laki-laki biasanya memproses emosi di area otak dan hasil foto pada kondisi tersebut mereka lebih sering memilih untuk diam atau menyelesaikan masalah sendiri Itulah kenapa badan perempuan merasa cukup hanya didengar dan tak perlu diberi solusi mendengar dengan hati adalah bentuk cinta yang sederhana Perempuan sering bercerita ketika menghadapi masalah karena bercerita adalah salah satu cara mereka mengekspresikan perasaan, mencari dukungan emosional, dan memproses situasi. Yok simak alasan berikut : 1.Kebutuhan untuk Dipedulikan Perempuan cenderung merasa lega ketika mereka tahu orang lain memahami apa yang merek...

People Come and Go

Gambar
Orang datang dan pergi, dan itu adalah salah satu dari sedikit hal yang konstan dalam hidup. Beberapa orang datang ke dalam hidup kita seperti angin sepoi-sepoi, membawa kegembiraan, pelajaran, dan kenangan yang membentuk siapa kita. Yang lain pergi seperti badai yang berlalu, meninggalkan bekas luka atau kebijaksanaan. Namun, tidak peduli bagaimana mereka datang atau mengapa mereka pergi, setiap orang memiliki tujuan dalam perjalanan kita. Kehadiran mereka, baik yang cepat berlalu maupun yang bertahan lama, mengajarkan kita tentang cinta, kehilangan, kesabaran, dan pertumbuhan. Ini bukan tentang mempertahankan setiap orang yang datang ke dalam hidup kita, tetapi tentang belajar menghargai momen-momen yang mereka bagikan dengan kita dan melepaskannya saat bab mereka dalam cerita kita berakhir. Pada akhirnya, hidup bukanlah tentang siapa yang bertahan paling lama, tetapi tentang seberapa dalam kita terhubung dengan mereka yang telah melintasi jalan kita. And then, Masih menjadi misteri,...

Privillage

Gambar
 02.00 Jum'at, 29 November 2024 Dimalam yang tenang Di kesunyian malam yang membawa angan Muncul lah ke keresahan dalam diri ini, yang konon katanya "The World is a choice " Kita semua percaya bahwasannya semua insan yang ada di dunia ini punya pilihan hidupnya masing masing. Tetapi, ada satu pilihan yang saya dan maybe semua orang percaya kalau kita tidak bisa memilih kita dilahirkan dari rahim ibu mana, dari keluarga yang seperti apa. bukan kah demikian? Dan semua pasti percaya, kalau kita semua didunia yang fana ini sedang menjalankan ujian nya masing masing, misalnya ujian dalam keluarga yang tidak semua orang punya privillage untuk mendapatkan keluarga yang harmonis, ceria , cemara dan lain lain.  Banyak sekali yang merasa demikian, bisa jadi yang membaca ini mempunyai ujian seperti halnya contoh tersebut. Tapi, kalian perlu tahu bahwa walaupun kita berada di ujian yang sama kita harus ingat kalau kita adalah manusia, yang tentu mempunyai keterbatasan dalam beberapa ...
Gambar
Jum'at, 22 November 2024 tepatnya pukul 02.39 saya merefleksikan diri saya sendiri beberapa waktu lalu, beberapa kejadian, beberapa pengalaman yang cukup rumit, dan pengalaman yang sangat abstrak, tiba tiba mood ngga baik, tiba tiba emosi ngga stabil dan akhirnya aku kecewa, menyalahkan diri sendiri dll.  Kalian pasti pernah merasakan hal tersebut khususnya untuk perempuan, karena kejadian seperti itu kebanyakan di rasakan oleh wanita,  Tapi temen temen, ternyata hal hal seperti itu memang karena sikap kita sendiri,..  Jadi, berbicara soal emosi. Bagi saya setelah saya merefleksikan semua ini, ternyata emosi itu sama dengan "PER" temen temen. PER itu dia semakin ditekan, lompatan nya akan semakin tinggi/jauh and then kalo lompatannya sudah semakin tinggi/jauh kita tidak ada yang tau 'per' itu akan jatuh dimana, kepada siapa dan kapan. Nah, sama halnya dengan emosi kita, semakin kita memendam emosi, terkadang emosi itu lompatannya tidak selalu di situasi atau kondi...

Strugle

Gambar
Saya sangat percaya dengan statement "proses tidak akan mengkhianati hasil"... Mungkin belum semua hasil dari sebuah proses saya sesuai dengan apa yang saya harapkan, ..and then dari situ saya berusaha untuk tetap percaya dan selalu ikhtiar dan ikhlas apapun hasil itu,  Akhir akhir ini memang berat buat saya dan tahun tahun sebelumnya pun seperti itu, pertanyaan saya cuma 1 kenapa disaat kita pengin grouwth dan upgrade diri kita justru malah orang orang di sekitar lingkungan kita tidak mendukung bahkan mengucilkan, mulai dari dijauhkan temen kelas, temen organisasi, keluarga dll, .. Bahkan orang yang tau kondisi kita sekalipun mereka yang seharusnya tau dan suport tetapi malah ikut menjauhkan diri.  Berminggu minggu lamanya saya coba intropeksi diri saya sendiri dimana letak kesalahan saya, saya sangat delima. Apa? Salahku dimana? Salah yah kalo aku mencoba dan berusaha lebih baik dari diri aku sebelumnya? Salah kah jika aku merubah masa depan ku sesuai dengan keinginan ku ? ...

Challenge

Gambar
Berproses adalah masa fokus yang tak jarang diabaikan banyak orang. Masa-masa ini sering tak nampak di permukaan, membuat orang lain berasumsi bahwa seseorang bisa mendapatkan segala yang dimiliki hanya dengan sekedipan mata.Menikmati sebuah proses tidak selalu mudah, terkadang perlu waktu, tenaga, dan harus berpikir keras. Dihadapkan dengan kegagalan, kekecewaan, dan lain sebagainya yang membuat seseorang harus selalu bangkit dalam sebuah proses yang lumayan panjang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Foto ini Berlatar belakang challenge. Jadi, si penulis merupakan seorang yang tidak percaya diri dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, banyak sekali event yang ia lagi lagi menolak untuk aprove karena ia merasa dirinya tidak pantas, dan merasa tidak setara dengan teman temannya yang jam terbangnya luar biasa sekali.  Nah, dengan tekad dan muka tembok dia memberanikan dirinya untuk men challenge dirinya sendiri mengikuti event ini, dengan banyaknya tantangan dan kenda...

Flasback

Gambar
Menjadi seorang mahasiswa umumnya merupakan suatu keinginan semua individu. Banyak sekali rintangan, tantangan dan hambatan untuk mencapai dititik itu (mahasiswa). Pertama mulai dari restu orang tua yang walaupun tidak semua orang tua adalah tipe orang tua yang open minded, maybe sebagian orang tua ada yang menyetujui dan ada yang tidak sepakat untuk anaknya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi entah karena beban finansial atau hal lainnya. bahkan delima nya ada orang tua yang keduanya sama sama mendukung untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tetapi ironisnya sebagian seorang anak dituntut untuk sebuah pilihan prodi (program studi) yang dia ambil harus sesuai yang orang tua mereka minta (contohnya mereka menuntut untuk mengambil prodi ilmu hukumlah psikolog dll), padahal fashion dan bakat seorang anak bukan ditentukan dari apa yang orang tua mereka inginkan melainkan sesuai dengan bakat dan fashion anak itu sendiri.. Kedua seleksi pemberkasan pendaft...